Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Category:Books
Genre: Other
Author:Mark Haddon
Warna cover buku yang mencolok mata. Judul yang kaku tapi sekaligus menggoda. Dua dari tiga alasan yang membuat saya memasukkan buku ini dalam kantong belanja. Alasan ke-3: beberapa komentar yang ada di belakang buku ini. Provocative enough.

Dan saya lantas mulai membaca. Halaman demi halaman. Ternyata buku ini memang benar-benar menarik. Saya seperti nggak rela menghentikan membaca buku ini. Pilihan kata-kata kaku, cara berpikir… semua menunjukkan kondisi sang pencerita yang juga penyandang Sindrom Asperger – sejenis autisme. Ia sangat pandai memecahkan berbagai soal matematika, tapi sangat sulit berinteraksi dengan orang lain.

Mark Haddon is a fukken genius. Dan, Hendarto Setiadi – penerjemah buku ini – juga nggak kalah jeniusnya. Hendarto berhasil menggunakan kata-kata yang pas. Yang membuat isi cerita ini tetap pada track-nya. Ini yang jarang saya temukan di sini: penerjemah yang mampu menerjemahkan sebuah cerita tanpa menghilangkan esensi cerita itu sendiri.

Tadinya cerita ini dimulai pada terbunuhnya seekor anjing pudel bernama Wellington. Tapi cerita ini berkembang jauh dari sekadar terbunuhnya seekor anjing pudel bernama Wellington tersebut. Tokoh pencerita bernama Christopher John Francis Boone ini sangat menarik. Banyak hal yang diceritakannya yang dilihat dari sudut pandangnya. Sudut pandang seorang penderita autis. Dalam buku ini juga terdapat sejumlah rumus matematika – yang terpaksa saya lewatkan, karena rasanya isi ceritanya jauh lebih menarik untuk dibaca ketimbang saya meluangkan waktu lebih untuk berhitung – dan gambar-gambar imajinasi Christopher Boone. Dan, hey, ini juga satu nilai lebih untuk buku ini.

Orang seperti Christopher Boone, banyak memperhatikan detail hal-hal kecil – yang justru banyak diabaikan oleh kita. And this is really, really interesting. Soalnya memang begitu kenyataannya. Saya nggak pernah notice, kemeja hitam yang biasa saya pakai itu kancingnya ada berapa buah. Atau, apa ya merk AC di kamar saya? Yaaa… Hal-hal semacam itulah.

Ah, pokoknya buku ini keren. Keren banget! Mengutip komentar Arthur Golden (pengarang “Memoirs of Geisha”) di sampul belakang buku ini, “Saya anjurkan Anda membeli dua eksemplar sekaligus; Anda tak kan rela buku Anda hilang dipinjam orang lain.”
Ya, saya memang nggak akan rela kehilangan buku ini. Top notch.


violet wrote on Nov 25, '05
gue lagi baca buku kumpulan puisinya - keren!
adeputri wrote on Nov 28, '05
Kumpulan puisinya Mark Haddon? Judulnya apa?
violet wrote on Dec 1, '05
The Talking Horse and the Sad Girl and the Village Under the Sea.

menurut gue, puisi2nya sederhana sekaligus kompleks. teknik yang sepertinya sering dipake haddon adalah mencantumkan punchline yang bisa bikin pembacanya terhenyak atau justru makin terbuai dalam imajinasi. yang jelas, dia penulis nakal. hehe...
pastekopi wrote on Apr 26, '06
yup, gw pernah baca sekilas, emang keren niih, beli aaaahh,...
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
0 out of 5 stars